Posts Tagged ‘Hewan’

Babirusa

Posted: Agustus 16, 2010 in Artikel, Berita, Pengetahuan
Tag:

Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.

Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.

Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.

Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar.

Keterangan tambahan:

Babirusa tergolong kingdom Animalia, yang artinya Babirusa bersifat :

  1. Multiselluler
  2. Eukariotik
  3. Heterotroph
  4. Dapat berpindah tempat

Sebagai bagian kingdom Animalia, babirusa tergolong hewan chordata, atau hewan bersumbu tubuh, tergolong dalam subfillum vertebrata – hewan bertulang belakang – di mana kembali babirusa ini diklasifikasikan sebagai mammalia.

Kesimpulan:Babirusa merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirussa.

Semoga artikel ini bisa membangkitkan kesadaran akan hewan-hewan yang sudah langka dan tentunya hewan-hewan tersebut sudah mendekati kepunahan. Makanya dengan mengetahui daftar hewan yang sudah hampir punah, maka kita bisa sadar lebih jauh lagi. Manusia merupakan biang keladi atas kepunahan hewan yg ada di dunia. Setidaknya ada lebih dari 500 spesies hewan yg punah akibat ulah manusia. Punahnya hewan terbesar terjadi pada abad ini.Sekarang ini ada sekitar 5.000 hewan langka dan paling tidak satu spesies mati setiap tahun. Jumlah sedang berkembang pesat, beberapa spesies menjadi terancam tanpa sebagian besar dari kita bahkan tahu itu. Nilai mereka ucapkan adalah penting, karena mereka bertanggung jawab untuk berbagai obat-obatan yg bermanfaat. Langkah pertama untuk menyelamatkan hewan adalah untuk belajar sebanyak mungkin tentang mereka. Jadi di sini adalah melihat beberapa spesies yg paling terancam hewan di seluruh dunia:

1. Kelelawar Tapal Kuda

Ada empat belas jenis kelelawar di Britania dan semua dari mereka terancam. Kelelawar tapal kuda yg lebih besar adalah salah satu yg paling langka. Saat ini ada 35 diakui bersalin dan semua-tahun hibernasi roosts dan 369 situs. Estimasi saat ini berkisar antara 4.000 dan 6.600 individu. Mereka juga menderita dari penggunaan insektisida (zat kimia beracun disemprotkan pada tanaman untuk membunuh serangga berbahaya) yg telah merampas serangga yg menjadi sumber utama makanan mereka.

2. Harimau Siberia

Sangat langka dan mungkin ada kurang dari 200 di alam bebas, mungkin semua dalam cagar alam khusus. Diburu para pemburu gelap karena dapat memberi makan keluarganya selama satu tahun dari hasil hanya membunuh satu harimau.

3. Penyu Tempayan

Penyu pernah intensif diburu untuk daging dan telur, namun lemak juga digunakan dalam industri kosmetik. Banyak dari hewan ini mati setiap tahun tertangkap dalam jaring ikan dari crabfishers. Di Turki, hotel telah dibangun tepat pada situs peternakan.

4. Elang Ekor Ikan Putih

Sebelum manusia bereksperimen dengan penggunaan feromon, burung buas spektakuler jauh lebih banyak daripada sekarang ini. (lebih…)

Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.

Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera Kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.

Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.

Saat berburu mangsa, laba-laba tersebut harus menghindari semut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.

Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memangsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.
Sumber: Kompas.com