Posts Tagged ‘Islam’

Lubang maha dahsyat ini muncul minggu lalu di perempatan jalan Ciudad de Guatemala. Lubang ini merupakan gejala alam yang terjadi sebagai akibat lapisan-lapisan tanah (yang terdiri dari batu kapur, batu soda dan bebatuan lain) dierosi oleh arus air bawah tanah.

Proses erosi ini sebetulnya terjadi sangat lambat, namun kadang-kadang tanah bisa tiba-tiba ‘amblas’ tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, seperti yang terjadi pada kasus diatas. Lubang tersebut muncul juga secara tiba-tiba, menelan seluruh benda yang ada diatasnya, termasuk beberapa bangunan. (lebih…)

Iklan

Menjelang mendekati HAri Kiamat Nanti di Iringi Gempa yang hampir setiap Hari Terjadi dan Bencana Tidak Henti – Hentinya,Perzinahan dan minuman keras semakin Marak Padahal pelakunya mengaku Muslim pada KTP (kartu Tanda Pengenalnay)Contoh Kasus Selebriti-selebriti mengku muslim Zina Sudah Biasa dan bukan tabu lagi,lalu akan muncul orang – orang yang mengaku Nabi – Rasul sampai Akhirnya nanti Muncul Dajjal yang mengaku Nabi dengan Kelebihan Bisa Menghidupkan Orang mati dan dan mujizat – mujizat lainnya, lalu muncul Ajjut-Ma’jut Manusia Beringas dengan Kekuatan luar Biasa yang akan membunuh manusia yang akan dijumpainya,serta membongkar makam (kuburan yang digundukkan atau tidak diratakan dan menggalinya sampai-sampai dengan kesombangannya Ajjut-Ma’Jut menantang ALLAH Akhirnya ALLAH membunhnya dengan Hina dengan Mati Tubuh dimakan ulat Belatug , Lalu muncul Binatang anaeh Dengan tubuh Bercampur dengan Binatang lain Kepala Anjing,Kaki Kuda,Ekor Singa,Badan Gajah(contoh)

Akhir-akhir ini tanda binatang berbentuk aneh sudah mulai kita sering jumpai dan kejadian kejadian Aneh LAinnya

[CARA MELINDUNGI DIRI DARI FITNAH DAJJAL]
—————————————–
1. Ia meminta perlindungan kepada Allah dari fitnahnya, memperbanyak doa tersebut terutama ketika membaca tasyahhud akhir dalam shalatnya.
Sebab Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Jika salah seorang diantara kalian telah menyelesaikan bacaan tasyahhud akhirnya, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat hal. Hendaknya ia berkata : ‘Ya Allah, aku memohon perlindungan pada Mu dari siksa Neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta dari keburukan fitnah al Masih ad Dajjal.”

2. Hendaknya ia menghafal sepuluh ayat pertama surat al Kahfi. Sebab Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat Al Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim dan lainnya riwayat dari Abud Darda’).

3. Hendaknya ia menjauh dari Dajjal dan tidak sengaja mendekatinya. Kecuali jika ia yakin bahwa Dajjal tidak akan dapat mempengaruhinya karena ia sangat tsiqah kepada Rabb-nya, juga karena ia telah mengetahui tanda tandanya sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, sebab Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Barangsiapa mendengar tentang Dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab -demi Allah- sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa Dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor subhat yang ditimbulkan olehnya.” (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya dari ‘Imran bin Hushain).

4. Hendaknya ia berusaha bermukim di Makkah atau Madinah. Sebab keduanya merupakan tempat mulia dan tidak akan dijamah oleh Dajjal. Sebab Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Dajjal akan muncul dan menginjakkan kakinya di muka bumi kecuali Makkah dan Madinah. Ia akan datang ke Madinah, akan tetapi ia mendapati di setiap sudutnya para Malaikat yang berbaris.” (Dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim dan perawi lain dari Anas bin Malik).

Begitu pula masjid al Aqsha dan tanah Ath Thur sebagaimana tertera di (paragraf 24).

[KRONOLOGI KISAH AL MASIH AD DAJJAL DAN TURUNNYA ISA ALAIHIS SALAM, SERTA TERBUNUHNYA DAJJAL OLEH ISA ALAIHIS SALAM BERDASARKAN RIWAYAT ABU UMAMAH DENGAN TAMBAHAN RIWAYAT YANG SHAHIH DARI SHAHABAT YANG LAIN]
—————————————————
1. Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini -semenjak Allah menciptakan keturunan Adam [dan tidak ada fitnah sehingga hari kiamat tiba] – yang lebih besar dari fitnah Dajjal, [dan tidak ada seorangpun yang selamat sebelum itu melainkan ia akan dapat selamat darinya], dan sesungguhnya fitnah itu tidak dapat memberi madharat kepada seorang muslim.)

2. (Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya [fitnah makhluk yang buta sebelah matanya] Dajjal, [dan sesungguhnya aku telah memperingatkan kalian akan fitnahnya].

…..

6. Dan sungguh ia akan muncul [dari[bumi] belahan timur]. [Yang bernama ‘Khurasan’], [Di tengah orang orang Yahudi Ashfahan], [wajah wajah mereka seperti wajah orang orang Turki], (dari arah ‘Khallah’ yang terletak antara Syam dan Iraq, kemudian ia membuat kerusakan ke arah kanan [dan membuat kerusakan] ke arah kiri. Wahai hamba hamba Allah! Tetap teguhlah
[Diucapkannya tiga kali].

7. Sesungguhnya, aku akan menjelaskan sifat dari ciri ciri Dajjal dengan penjelasan yang belum pernah disampaikan oleh seorang Nabi pun sebelumku. (Di dalam hadits ‘Ubadah, ‘Sungguh aku telah bercerita banyak kepada kalian tentang Dajjal, sampai sampai aku khawatir kalian tidak menyerap dan mengertinya).

8. Di awal kemunculannya, ia berkata: “Aku Nabi, dan tidak ada Nabi sesudahku.”

9. Kemudian ia (Dajjal) memuji dirinya dengan mengatakan; “Aku adalah Rabb kalian, dan (sabda Rasul) ingat, kalian tidak akan dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.

…..

13. Ia berkulit sawo matang dan berambut keriting, dan rambutnya kusut, tidak rapi.

14. Di antara kedua matanya tertulis kata ‘kafir’, yang dapat dibaca oleh [orang yang membenci perbuatannya, atau dapat dibaca] oleh setiap orang mukmin yang mengerti baca tulis ataupun tidak. (lebih…)

Imam Mahdi

Posted: Agustus 20, 2010 in Artikel, Islam, Pengetahuan
Tag:,

Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Muhammad al-Mahdī, Mehdi; “Seseorang yang memandu”) adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Hal ini diterangkan dalam sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh Thabrani.

Telah bersabda Rasulullah SAW:
Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani)

Hadist lain yang menerangkan tentang kedatangan Imam Mahdi adalah sebagai berikut:

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya. (HR. Muslim dan Ahmad)

Etimologi

Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan secara bebas bermakna “Pemimpin yang telah diberi petunjuk”. Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti “pemimpin”, sedangkan Mahdi berarti “orang yang mendapat petunjuk”.

Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadist di atas, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah. (lebih…)

Ya’juj dan Ma’juj

Posted: Agustus 20, 2010 in Islam, Pengetahuan
Tag:,

Ya’juj dan Ma’juj (Arab يأجوج ومأجوج , Ibrani:גוג ומגוג, Inggris:Gog dan Magog) adalah sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.

Kisah tentang kaum ini terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Mengenai sekelompok manusia Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi religius digambarkan dalam istilah yang ambigu (tidak jelas). Ada yang menyebutnya sebagai bentuk manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara.

Genealogi

Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka adalah dari keturunan Adam[1] dari keturunan Nuh, dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa Turki yang terisolir oleh benteng tinggi yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Magogh bin Yafet bin Nuh bin Lamik (Lamaka) bin Metusyalih (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anus bin Syit bin Adam.

Ya’juj dan Ma’juj adalah merupakan keturunan manusia, yaitu masih keturunan anak lelaki Nuh bernama Yafis dan berhijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Rusia bagian Selatan, selepas banjir kering. (lebih…)

Di antara tanda Kiamat kubro adalah keluarnya Ya’juj Ma’juj dari kurungannya. Keluarnya mereka sebagai tanda Kiamat kubro wajib kita imani karena dalil-dalil menetapkannya.

Firman Allah, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 96-97).

Keluarnya mereka adalah keburukan yang dekat yang telah diperingatkan oleh Rasulullah saw.

Dari Zaenab binti Jahsy bahwa Nabi datang kepadanya dengan tergopoh-gopoh. Beliau bersabda, “La ilaha illallah, celaka orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat, pada hari ini benteng Ya’juj Ma’juj dibuka seperti ini.” Rasulullah melingkarkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya. (Muttafaq alaihi, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1341, Mukhtashar Shahih Muslim no. 1987).

Dalam surat al-Kahfi Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berbuat rusak di bumi sehingga mereka tidak keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.

Firman Allah Taala, “Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulkarnain berkata, ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata, ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar” (Al-Kahfi: 93-98). (lebih…)